Bimbang


Malam itu kau datang kepadaku
Dengan mata berbinar bak mentari
Dengan alunan nafas teratur namun cepat
Dengan nada suara berat namun penuh keyakinan
Khas dirimu

Kau sematkan padaku, malam itu
Sebuah cincin bertabur permata
Berlian
Dengan ukiran namamu di dalamnya
Tanda cinta serta keseriusanmu padaku
Lalu aku terhentak

Aku menangis, aku mencintaimu
Dengan sepenuh hati dan perasaanku
Namun pilu rasanya hati ini
Apa yang sudah kita lalui
Apa yang sudah kita rasakan
Membuatku diterpa rasa ragu hingga tak berdaya

Kau datang padaku, malam itu
Memohon agar aku tetap bersamamu
Berjanji akan meminangku
Aku melihat keseriusan di matamu
Aku merasakan alunan suara menggebu

Aku mencintaimu,
Namun, apa jadinya hati yang terluka?
Dalam bimbang,
Aku mengikuti kata hati
Namun, jika hatiku telah terpecah
Bagian mana yang harus ku ikuti?

ARW

Comments

Popular posts from this blog

Tolong